Tutup

Karyawan Vale tersenyum di lanskap hijau. Dia mengenakan seragam Vale
hijau, kacamata, helm, dan penutup telinga. Artefak gelombang visual Vale
Gambar perancah di ruang konstruksi
Foto: Marcelo Coelho
Gambar seorang karyawan, mengenakan helm putih dan rompi oranye, naik ke atas truk kuning
Foto: Vale / Image Bank



Dewan Komisaris Perseroan bertanggung jawab mengawasi pengelolaan Perseroan oleh Direksi serta memastikan bahwa Perseroan telah menerapkan GCG secara berkelanjutan.


Dewan Komisaris juga bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada Direksi dalam menentukan strategi Perseroan, serta memberikan saran, nasihat, dan rekomendasi kepada Direksi terkait isu maupun permasalahan tertentu. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris bertindak secara independen.
Gambar seorang pria yang mengenakan kemeja bermotif

Presiden Komisaris

Muhammad Rachmat Kaimuddin

Rachmat menyandang gelar BSc dari Massachusetts Institue of Technology dan MBA dari Stanford Graduate School of Business.

Rachmat memulai karier sebagai Senior Associate di Boston Consulting Group. Dia juga pernah menjabat sebagai Managing Director PT Cardig Air Services, Chief Financial Officer di PT Bosowa Corporindo,  Managing Director PT Semen Bosowa Maros Vice President Baring Private Equity Asia dan Principal of Quvat

Rachmat diangkat sebagai Komisaris Perseroan pada RUPS Tahunan tanggal 21 Juni 2022. Selain itu, Rachmat juga menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia sejak 2022 hingga saat ini.
Gambar seorang wanita yang mengenakan kacamata dan tersenyum

Wakil Presiden Komisaris

Emily Olson

Emily Olson adalah Chief Sustainability dan Corporate Affairs Officer di Vale Base Metals. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Vice-President, Global Strategic Relations di Freeport-McMoRan, yang bertanggung jawab mendorong inisiatif strategis global yang melibatkan pemerintah, mitra, dan berbagai organisasi eksternal.

Sebelum bergabung dengan Freeport, Emily menghabiskan hampir 15 tahun bekerja di BP Amerikas Serikat dan London, terakhir sebagai Senior Vice President untuk Eropa dan Rusia yang mengelola kepentingan perusahaan BP di seluruh wilayah tersebut. Beliau meraih gelar di bidang Ilmu Politik dari Loyola University of Chicago dan gelar Magister Strategi & Diplomasi Internasional dari London School of Economics.
Gambar seorang pria yang mengenakan kemeja bermotif

Komisaris

Fabio Ferraz

Lahir di Sao Paulo, 10 November 1967. Dia memegang posisi sebagai Head of Mergers And Acquisitions (M&A) and Joint Ventures, Vale S.A., sejak 2018 hingga sekarang. Sebelum bergabung dengan Vale, Fabio punya perjalanan karir yang panjang di industri perbankan yang sudah dirintisnya sejak 1994. Dia menjabat Head of Corporate & Investment Banking di Haitong Bank (2016-2018), Co-Head of Corporate & Investment Banking di Banco Pine (2013-2016), dan Managing Director untuk Investment Banking (2010-2013). Sebelumnya, dia adalah Executive Director, Head M&A LatAm Investment Banking di UBS Investment Banking (2000-2005).

Pria berkebangsaan Brasil ini menyandang gelar Bachelor of Business Administration dari Fundacao Getulio Vargas (1990), serta Master of Business Administration dari University of Michigan (1994).

Fabio ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan pada RUPS Tahunan tanggal 19 Januari 2022.

Komisaris

Kristina Litzinger

Karier Kristina Litzinger merupakan bukti pertumbuhan dan perkembangannya. Memulai karirnya sebagai Representative and Trading Assistant di Sherritt International Corporation, ia dengan cepat menaiki tangga profesional. Pengalamannya mencakup berbagai peran seperti Chief Internal Auditor, Vice President, dan Director of Marketing di Metals Sales and Feed Procurement Company, anak perusahaan Sherritt, dan puncaknya adalah President di New Providence Metals Marketing Inc., anak perusahaan lainnya.

Di Vale Base Metals, pengaruh Kristina sangat signifikan. Bergabung sebagai Head of Nickel Sales West pada Juni 2021, ia segera mulai memberikan kontribusi besar terhadap inisiatif strategis perusahaan. Hasil kerjanya mendapatkan pengakuan saat ia ditunjuk sebagai Chief Commercial Officer (CCO) pada Oktober 2023, di mana ia mengawasi aspek-aspek penting dari operasi dan strategi komersial perusahaan.

Sepanjang kariernya, Kristina telah menunjukkan rekam jejak yang kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis, memimpin tim berkinerja tinggi, dan membina kemitraan strategis. Semangatnya terhadap inovasi, dikombinasikan dengan pengetahuan industri yang mendalam, secara konsisten memberikan hasil yang berdampak dalam lingkungan yang kompleks dan kompetitif, menginspirasi orang lain dengan pendekatannya yang berpikiran maju.
Gambar seorang pria tersenyum dan mengenakan kemeja bermotif

Komisaris

M Jasman Panjaitan

Sebagai mantan jaksa yang memulai karirnya dari bawah, Jasman memiliki latar belakang yang sangat kuat di bidang hukum. Lahir pada 1956, Jasman pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung pada 2008 dan dilantik menjadi Kepala Kejaksaan di dua wilayah, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat berturut-turut pada 2009 dan 2011. Doktor bidang Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran ini juga pernah menjabat Plt. Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung (2014-2018).

Jasman diangkat sebagai Komisaris Perseroan pada RUPS Tahunan tanggal 22 Desember 2022.

Komisaris

Edi Permadi

Edi Permadi adalah seorang profesional dengan pengalaman luas di dunia korporasi dan pemerintahan. Saat ini, beliau menjabat sebagai Komisaris di beberapa perusahaan ternama, antara lain PT Pani Bersama Jaya, PT Mitra Langgeng Prima Konstruksi, PT Pelangi Anugerah Jaya, PT Geopatra, dan PT DJOIN. Di samping itu, Edi juga mengemban peran sebagai Direktur Utama di PT J Resources Asia Pasifik Tbk dan PT Manggala Berkat Cakrawala.

Sebelum memasuki bidang korporasi, Edi memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk lulus dari PPSA XXI di Lemhanas RI pada 2017. Ia juga telah menyelesaikan berbagai program kepemimpinan seperti Mastering Leadership Challenge Program di Switzerland, Pengawas Operasional Utama di ESDM Minerba Jakarta, Transformational Leadership Program di MIT Sloan USE, dan Trailblazer Leadership Program di INCO Limited Canada. Lulusan Teknik Elektro dari Universitas Indonesia, Edi memiliki keahlian khusus dalam analisis data dan pemecahan masalah.

Sebagai lulusan Teknik Elektro di Universitas Indonesia, ia memiliki keterampilan dalam menganalisis data dan pemecahan masalah.

Kiprahnya tidak hanya mencakup sektor swasta tetapi juga kontribusi berarti dalam pengelolaan sumber daya alam melalui keterlibatannya di Lemhanas RI sebagai Tenaga Profesional Sumber Kekayaan Alam.

Edi menjabat sebagai Komisaris Perseroan PT Vale Indonesia Tbk efektif per 28 Juni 2024. 
Gambar seorang pria yang tersenyum dan mengenakan setelan jas

Komisaris

Yusuke Niwa

Yusuke Niwa adalah seorang eksekutif di Sumitomo Metal Mining (SMM). Sejak Juni 2022, Yusuke juga menjabat sebagai General Manager Penjualan Nikel & Bahan Baku di SMM.

Yusuke memiliki lebih dari tiga puluh tahun pengalaman  dalam bisnis logam dan material non-ferrous SMM, dengan spesialisasi di bidang akuntansi, manajemen proyek, dan administrasi. Dia juga memegang jabatan penting relatif terhadap tambang tembaga Sierra Gorda di SMM di Chili.

Yusuke juga menjabat sebagai Direktur Afiliasi Perusahaan, Taganito HPAL Nickel Corporation, Coral Bay Nickel Corporation dan Nickel Asia Holdings, Inc. Beliau meraih gelar Bachelor of Science dalam Ilmu Politik dan Ekonomi dari Waseda University di Tokyo, Jepang.

Yusuke Niwa diangkat sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Vale yang berlangsung pada Selasa 21 Juni 2022.
Pria tersenyum dan mengenakan kacamata dan jas

Komisaris Independen

Rudiantara

Rudiantara, BSc., MBA memperoleh gelar Sarjana Statistik dari Universitas Padjajaran dan gelar Master of Business Administration dari PPM School of Management.

Rudiantara telah menjabat di berbagai perusahaan besar di Indonesia. Pada tahun 1995, beliau diangkat sebagai Direktur Penjualan Telkomsel sebelum beliau bergabung dengan PT Excelcomindo Tbk yang didirikan pada tahun 1996 dan membawa perusahaan tersebut menjadi Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kemudian beliau diangkat sebagai Deputy CEO Semen Gresik Indonesia, perusahaan terbuka dengan bidang usaha semen yang terbesar di ASEAN sebelum menjabat sebagai Deputy CEO PT PLN (Persero), sebuah badan usaha milik negara yang begerak di bidang pembangkit listrik, tranmisi dan distribusi.

Beliau ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi untuk periode 2014 – 2019 dan berhasil mengembalikan peran regulator sebagai fasilitator dan akselerator, terutama dalam hal teknologi perusahaan rintisan dan sistem pengembangan unicorn, serta menstrukturisasi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (Public Private Partnership) untuk jaringan tulang punggung (backbone) pitalebar (broadband) nasional dan proyek-proyek Hight Throughput Satellite dengan nilai pembayaran ketersediaan lebih dari US$ 4 milliar.

Beliau menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit PT Telkom Tbk sejak tahun 2010 hingga tahun 2012, Komisaris Independen dan anggota Komite Tata Kelola dan Remunerasi PT Indosat Ooredoo Tbk sejak tahun 2012 hingga tahun 2014 dan di periode yang sama beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Raja Tbk, serta CEO BATR dan Presiden Komisaris Rajawali Asia Resources. Beliau telah menjabat sebagai Presiden Komisairs GMM, sebuah perusahaan infrastrukture dan aplikasi digital serta media sejak tahun 2019; CEO Gtech Indonesia, sebuah perusahaan digital yang bergerak di bidang manajemen rantai pasokan (supply chain management) retail – divisi FMCC di Indonesia sejak awal tahun 2020; dan Managing Director Gtech Asia Pacific Pte, sebuah perusahaan digital yang bergerak di bidang manajemen rantai pasokan (supply chain management) retail – sektor FMCC di Asia sejak awal tahun 2020.

Rudiantara menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Wali Amanat pada Universitas Padjajaran, anggota Dewan Pembina Yayasan Warisan Nilai Luhur Indonesia serta Ketua Yayasan Next Indonesia Unicorn.

Rudiantara diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan pada RUPS Tahunan tanggal 29 Juli 2020.
Gambar seorang pria tersenyum dan mengenakan kemeja bermotif

Komisaris Independen

Raden Sukhyar

Dr. R. Sukhyar memperoleh gelar sarjana dibidang Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 1990 beliau memperoleh gelar Doktor (Ph.D) dibidang Earth Science dari Monash University – Melbourne, Australia.

Pada tahun 1981, beliau bergabung dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mulai tahun 1998 sampai dengan 1999, beliau menjabat sebagai Direktur Vulkanologi, sebelum beliau ditugaskan sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pada tahun 2005 beliau ditugaskan sebagai Asisten Menteri ESDM untuk Urusan Komunikasi dan Informasi. Pada tahun 2008 beliau ditunjuk sebagai Kepala Badan Geologi, ESDM. Kemudian beliau ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementrian ESDM sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Saat ini beliau ditugaskan sebagai asisten Menteri Perindustrian untuk Urusan Logam, Gas Alam dan Sumber Daya alam

Sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2008 beliau ditunjuk sebagai Komisaris PT Timah Tbk dan sebagai Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Sejak tahun 2012 sampai dengan 2015 beliau diangkat sebagai Presiden Komisaris PT Aneka Tambang Tbk.

Pada tahun 1991 beliau dianugerahi Piagam Penghargaan Lasut oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Pada tahun 2009 beliau dianugerahi Medali Jasa atas Wirakarya oleh Presiden Republik Indonesia. Pada tahun 2011 beliau dianugerahi Dharma Karya ESDM oleh Menteri ESDM. Pada tahun 2012 beliau memperoleh Bintang Jasa Utama oleh Presiden Republik Indonesia. Beliau juga menerima Geothermal Medal of Legacy dari Pendidikan Geotermal ITB.

Dr. R. Sukhyar bertanggung jawab atas pengambilan kebijakan strategis seperti ketua Perancangan Undang-undang Pertambangan Mineral dan Batubara yang kemudian disahkan menjadi UU Pertambangan Mineral dan Batubara No.4/2009. Ketua Perancangan Undang-undang Panas Bumi yang kemudian menjadi Undang-undang Panas Bumi No. 27 Tahun 2003 dan ketua Kelompok Kerja untuk Kebijakan Penambahan Nilai Mineral. Saat ini beliau adalah anggota Kelompok Kerja ESDM, Komite Nasional untuk Ekonomi dan Industri (KEIN).

Di awal tahun 2020, Dr. R Sukhyar ditunjuk sebagai konsultan Bank Dunia untuk Energi, Sumber Daya Alam dan Perindustrian dan beliau juga menduduki posisi sebagai Ketua dari Indonesian Smelters and Mineral Processing Association. Beliau berperan sebagai penasehat Menteri Perindustrian untuk Industri berbasis Sumber Daya Alam pada sejak tahun 2019 hingga tahun 2019 dan pernah menjabat sebagai penasihat dari beberapa organisasi professional dan pendidikan seperti Asosiasi Panas bumi Indonesia (API), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI), Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Pendidikan Magister Panasbumi ITB. Beliau memimpin Steering Committee dari Cooperating Committee untuk Geoscience Programs di Asia Timur dan Asia Tenggara (CCOP) sejak tahun 2010 – 2013, dan saat ini sebagai Honorary Advisor dari organisasi tersebut. Beliau juga merupakan penasihat dari Kantor Dinas Propinsi Asosiasi Pertambangan dan Energi.

Raden Sukhyar diangkat kembali sebagai Komisaris Independen pada RUPS Tahunan tanggal 29 April 2021.

Komisaris Independen

Marita Alisjahbana

Marita Alisjahbana adalah salah satu pakar manajemen risiko paling senior di Indonesia dengan pengalaman internasional lebih dari 30 tahun di banyak siklus perekonomian Indonesia dan dunia.

Pengalaman manajemen risikonya mencakup manajemen risiko negara, korporasi, dan peningkatan sebagai Country Risk Manager di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Melalui berbagai siklus ekonomi, ia pernah menjabat sebagai Head of Improvement di Citibank Indonesia setelah Krisis Keuangan Asia dan Country Risk Manager selama Krisis Keuangan Besar.

Marita telah memegang sejumlah peranan penting sebagai Country and Corporate Risk Manager untuk Citibank Indonesia selama 15 tahun dan sebagai Chief Risk Officer di Indonesia Investment Authority (INA), Sovereign Wealth Fund Indonesia. Dalam peran ini, ia memimpin tim dalam menegakkan tata kelola, transparansi, manajemen risiko, dan standar ESG kelas dunia untuk semua aset dan transaksi.
Update: Juli, 2024