Tutup Tutup

Karyawan Vale tersenyum di lanskap hijau. Dia mengenakan seragam Vale
hijau, kacamata, helm, dan penutup telinga. Artefak gelombang visual Vale
com.liferay.portal.kernel.util.DateUtil_IW@6cacd6ee
Foto: Marcelo Coelho
com.liferay.portal.kernel.util.DateUtil_IW@6cacd6ee
Foto: Vale / Image Bank



Dewan Komisaris Perseroan bertanggung jawab mengawasi pengelolaan Perseroan oleh Direksi serta memastikan bahwa Perseroan telah menerapkan GCG secara berkelanjutan.


Dewan Komisaris juga bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada Direksi dalam menentukan strategi Perseroan, serta memberikan saran, nasihat, dan rekomendasi kepada Direksi terkait isu maupun permasalahan tertentu. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris bertindak secara independen.

Presiden Komisaris

Deshnee Naidoo

Lahir di Durban, 27 Februari 1976. Dia terjun di industri pertambangan melalui Anglo American Platinum pada 1998, di mana dia membangun karirnya, menjabat berbagai posisi, hingga diangkat sebagai CFO di Anglo American Thermal Coal, mulai 2011 hingga 2014. Deshnee kemudian menjabat Chief Executive Officer, Vedanta Zinc International and CMT (November 2014-Mei 2020), di mana dia bertanggung jawab untuk operasi di Afrika dan Eropa, serta tambang tembaga di Australia.

Dia bergabung dengan Vale sebagai Chief Financial Officer pada Januari 2021, lalu diangkat menjadi Chief Executive Officer Vale Base Metals pada Desember 2021. Deshnee berkolaborasi dengan seluruh unit di Base Metals untuk memahami tantangan dan peluang demi mengakselerasi proses transformasi yang sedang berjalan di Vale. Dia juga membangun disiplin keuangan dan manajemen biaya yang lebih baik, sekaligus menetapkan pondasi untuk pertumbuhan bisnis.

Deshnee menyandang gelar Bachelor of Science Fakultas Chemical Engineering, University of Kwazulu Natal, dan Certificate in Finance and Administration, Witwatersbrand Business School. Dia adalah “South Africa Mining Rainmaker” tiga kali, terpilih sebagai bagian dari 100 Global Inspirational Women in Mining pada 2018, dan menjabat sebagai anggota South Africa Minerals Council.

Wakil Presiden Komisaris

Muhammad Rachmat Kaimuddin

Rachmat menyandang gelar BSc dari Massachusetts Institue of Technology dan MBA dari Stanford Graduate School of Business.

Rachmat memulai karier sebagai Senior Associate di Boston Consulting Group. Dia juga pernah menjabat sebagai Managing Director PT Cardig Air Services, Chief Financial Officer di PT Bosowa Corporindo,  Managing Director PT Semen Bosowa Maros Vice President Baring Private Equity Asia dan Principal of Quvat

Pada Januari 2022, Rachmat ditunjuk sebagai Penasihat di Bidang Teknologi dan Keberlanjutan di Kementrian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia.

Komisaris

Gustavo Garavaglia

Lahir di Salvador, Brasil pada 1986, Gustavo adalah lulusan Teknik Elektro Universidade Estadual de Campinas, Brasil, dan penyandang gelar Master of Business Administration (MBA) dari Fundacao Getulio Vargas, Brasil. 

Gustavo mengawali karirnya sebagai ‘trainee’ di perusahaan energi, AES Brazil. Karirnya terus bertumbuh hingga dipercaya menjadi analis senior, hanya setahun setelah menjadi trainee. Pada Januari 2019, Gustavo mencapai puncak karirnya dengan menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) di AES Amerika Serikat, sebelum kemudian pindah ke Vale Canada Limited pada April 2022 dan menjabat sebagai Chief Financial Officer Base Metals.



 

Komisaris

Fabio Ferraz​

Lahir di Sao Paulo, 10 November 1967. Dia memegang posisi sebagai Head of Mergers And Acquisitions (M&A) and Joint Ventures, Vale S.A., sejak 2018 hingga sekarang. Sebelum bergabung dengan Vale, Fabio punya perjalanan karir yang panjang di industri perbankan yang sudah dirintisnya sejak 1994. Dia menjabat Head of Corporate & Investment Banking di Haitong Bank (2016-2018), Co-Head of Corporate & Investment Banking di Banco Pine (2013-2016), dan Managing Director untuk Investment Banking (2010-2013). Sebelumnya, dia adalah Executive Director, Head M&A LatAm Investment Banking di UBS Investment Banking (2000-2005).

Pria berkebangsaan Brasil ini menyandang gelar Bachelor of Business Administration dari Fundacao Getulio Vargas (1990), serta Master of Business Administration dari University of Michigan (1994).

Komisaris

Yusuke Niwa

Yusuke Niwa adalah seorang eksekutif di Sumitomo Metal Mining (SMM). Sejak Juni 2022, Yusuke juga menjabat sebagai General Manager Penjualan Nikel & Bahan Baku di SMM.

Yusuke memiliki lebih dari tiga puluh tahun pengalaman  dalam bisnis logam dan material non-ferrous SMM, dengan spesialisasi di bidang akuntansi, manajemen proyek, dan administrasi. Dia juga memegang jabatan penting relatif terhadap tambang tembaga Sierra Gorda di SMM di Chili.

Yusuke juga menjabat sebagai Direktur Afiliasi Perusahaan, Taganito HPAL Nickel Corporation, Coral Bay Nickel Corporation dan Nickel Asia Holdings, Inc. Beliau meraih gelar Bachelor of Science dalam Ilmu Politik dan Ekonomi dari Waseda University di Tokyo, Jepang.

Komisaris

M Jasman Panjaitan

Sebagai mantan jaksa yang memulai karirnya dari bawah, Jasman memiliki latar belakang yang sangat kuat di bidang hukum. Lahir pada 1956, Jasman pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung pada 2008 dan dilantik menjadi Kepala Kejaksaan di dua wilayah, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat berturut-turut pada 2009 dan 2011. Doktor bidang Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran ini juga pernah menjabat Plt. Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung (2014-2018).

Komisaris

Farrah Carrim

Lahir pada 1981, Farrah menyandang 3 gelar sarjana sekaligus, yaitu Sarjana Ilmu Politik dan Sarjana Ilmu Pemasaran dari Memorial University of Newfoundland, Kanada, dan Sarjana Hukum dari Dalhousie University, Kanada.

Farrah sempat menjadi Associate di firma hukum Cox & Palmer pada 2008, sebelum bergabung sebagai Senior Legal Counsel di Vale Canada Limited. Karirnya di Vale Canada terus menanjak, hingga pada Juli 2022 Farrah diangkat menjadi Head of Legal, Global Base Metals Operations and Strategic Projects.

Komisaris Independen

Raden Sukhyar

Dr. R. Sukhyar memperoleh gelar sarjana dibidang Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 1990 beliau memperoleh gelar Doktor (Ph.D) dibidang Earth Science dari Monash University – Melbourne, Australia.

Pada tahun 1981, beliau bergabung dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mulai tahun 1998 sampai dengan 1999, beliau menjabat sebagai Direktur Vulkanologi, sebelum beliau ditugaskan sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pada tahun 2005 beliau ditugaskan sebagai Asisten Menteri ESDM untuk Urusan Komunikasi dan Informasi. Pada tahun 2008 beliau ditunjuk sebagai Kepala Badan Geologi, ESDM. Kemudian beliau ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementrian ESDM sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Saat ini beliau ditugaskan sebagai asisten Menteri Perindustrian untuk Urusan Logam, Gas Alam dan Sumber Daya alam

Sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2008 beliau ditunjuk sebagai Komisaris PT Timah Tbk dan sebagai Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Sejak tahun 2012 sampai dengan 2015 beliau diangkat sebagai Presiden Komisaris PT Aneka Tambang Tbk.

Pada tahun 1991 beliau dianugerahi Piagam Penghargaan Lasut oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Pada tahun 2009 beliau dianugerahi Medali Jasa atas Wirakarya oleh Presiden Republik Indonesia. Pada tahun 2011 beliau dianugerahi Dharma Karya ESDM oleh Menteri ESDM. Pada tahun 2012 beliau memperoleh Bintang Jasa Utama oleh Presiden Republik Indonesia. Beliau juga menerima Geothermal Medal of Legacy dari Pendidikan Geotermal ITB.

Dr. R. Sukhyar bertanggung jawab atas pengambilan kebijakan strategis seperti ketua Perancangan Undang-undang Pertambangan Mineral dan Batubara yang kemudian disahkan menjadi UU Pertambangan Mineral dan Batubara No.4/2009. Ketua Perancangan Undang-undang Panas Bumi yang kemudian menjadi Undang-undang Panas Bumi No. 27 Tahun 2003 dan ketua Kelompok Kerja untuk Kebijakan Penambahan Nilai Mineral. Saat ini beliau adalah anggota Kelompok Kerja ESDM, Komite Nasional untuk Ekonomi dan Industri (KEIN).

Di awal tahun 2020, Dr. R Sukhyar ditunjuk sebagai konsultan Bank Dunia untuk Energi, Sumber Daya Alam dan Perindustrian dan beliau juga menduduki posisi sebagai Ketua dari Indonesian Smelters and Mineral Processing Association. Beliau berperan sebagai penasehat Menteri Perindustrian untuk Industri berbasis Sumber Daya Alam pada sejak tahun 2019 hingga tahun 2019 dan pernah menjabat sebagai penasihat dari beberapa organisasi professional dan pendidikan seperti Asosiasi Panas bumi Indonesia (API), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI), Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Pendidikan Magister Panasbumi ITB. Beliau memimpin Steering Committee dari Cooperating Committee untuk Geoscience Programs di Asia Timur dan Asia Tenggara (CCOP) sejak tahun 2010 – 2013, dan saat ini sebagai Honorary Advisor dari organisasi tersebut. Beliau juga merupakan penasihat dari Kantor Dinas Propinsi Asosiasi Pertambangan dan Energi.

Komisaris Independen

Rudiantara

Rudiantara, BSc., MBA memperoleh gelar Sarjana Statistik dari Universitas Padjajaran dan gelar Master of Business Administration dari PPM School of Management.

Rudiantara telah menjabat di berbagai perusahaan besar di Indonesia. Pada tahun 1995, beliau diangkat sebagai Direktur Penjualan Telkomsel sebelum beliau bergabung dengan PT Excelcomindo Tbk yang didirikan pada tahun 1996 dan membawa perusahaan tersebut menjadi Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kemudian beliau diangkat sebagai Deputy CEO Semen Gresik Indonesia, perusahaan terbuka dengan bidang usaha semen yang terbesar di ASEAN sebelum menjabat sebagai Deputy CEO PT PLN (Persero), sebuah badan usaha milik negara yang begerak di bidang pembangkit listrik, tranmisi dan distribusi.

Beliau ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi untuk periode 2014 – 2019 dan berhasil mengembalikan peran regulator sebagai fasilitator dan akselerator, terutama dalam hal teknologi perusahaan rintisan dan sistem pengembangan unicorn, serta menstrukturisasi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (Public Private Partnership) untuk jaringan tulang punggung (backbone) pitalebar (broadband) nasional dan proyek-proyek Hight Throughput Satellite dengan nilai pembayaran ketersediaan lebih dari US$ 4 milliar.

Beliau menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit PT Telkom Tbk sejak tahun 2010 hingga tahun 2012, Komisaris Independen dan anggota Komite Tata Kelola dan Remunerasi PT Indosat Ooredoo Tbk sejak tahun 2012 hingga tahun 2014 dan di periode yang sama beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Raja Tbk, serta CEO BATR dan Presiden Komisaris Rajawali Asia Resources. Beliau telah menjabat sebagai Presiden Komisairs GMM, sebuah perusahaan infrastrukture dan aplikasi digital serta media sejak tahun 2019; CEO Gtech Indonesia, sebuah perusahaan digital yang bergerak di bidang manajemen rantai pasokan (supply chain management) retail – divisi FMCC di Indonesia sejak awal tahun 2020; dan Managing Director Gtech Asia Pacific Pte, sebuah perusahaan digital yang bergerak di bidang manajemen rantai pasokan (supply chain management) retail – sektor FMCC di Asia sejak awal tahun 2020.

Rudiantara menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Wali Amanat pada Universitas Padjajaran, anggota Dewan Pembina Yayasan Warisan Nilai Luhur Indonesia serta Ketua Yayasan Next Indonesia Unicorn.

Komisaris Independen

Dwia Aries Tina Pulubuhu

Dwia Aries Tina Pulubuhu merupakan profesor Sosiologi dengan spesialisasi di penyelesaian konflik. Beliau memiliki pengetahuan dan riset yang luas mengenai penyelesaian konflik dan pengembangan masyarakat. Beliau ditunjuk sebagai Rektor Universitas Hasanuddin pada tanggal 28 April 2014 sampai sekarang dan masih aktif pada posisinya sebagai Dosen dan Profesor Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Hasanuddin sejak tahun 1989.

Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang Sosiologi dari Universitas Airlangga, Indonesia pada tahun 1985, Master of Art di bidang Sosiologi dari Ataneo de Manila University of Philippines pada tahun 1995 dan Doktor di bidang Sociology dari Universitas Hasanuddin pada tahun 2015.

Beliau bertindak sebagai Ketua Penasihat Forum Rektor Indonesia sejak tahun 2019, Anggota Dewan Australia Indonesia Center sejak tahun 2015 dan Presiden dari Indonesian Sociology Association sejak tahun 2013.
Update: 23 Desember 2022